Jakarta, 16 Oktober 2026 – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) berkolaborasi dengan T.CARE dalam program Gerakan Ibu Cek Dulu – Digital Safety Academy pada Jumat (16/10).
Edukasi Keamanan Transaksi Digital bagi Perempuan
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan satu dekade Jalin ini melibatkan lebih dari 100 perempuan di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan transaksi digital.
Kolaborasi ini bertujuan membekali perempuan dengan pengetahuan praktis untuk mengenali dan mengantisipasi berbagai modus penipuan digital. Selain meningkatkan kewaspadaan individu, program ini mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam menyebarkan edukasi keamanan digital di lingkungan keluarga dan komunitas.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Susukan ini menjadi seremoni peluncuran (kick-off) sekaligus pembekalan awal bagi peserta. Dalam sesi Digital Safety Academy, peserta mempelajari berbagai risiko keamanan transaksi digital. Mulai dari penipuan berbasis QRIS, scam, phishing, pencurian kode OTP, hingga penyalahgunaan data pribadi. Peserta juga memperoleh panduan untuk mengenali transaksi mencurigakan, melindungi informasi pribadi, dan mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi indikasi penipuan.
Putu Agnia, VP Corporate Secretary PT Jalin Pembayaran Nusantara, menyampaikan bahwa keamanan transaksi digital perlu didukung oleh peningkatan literasi masyarakat seiring perkembangan teknologi pembayaran.

“Sebagai penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran nasional, Jalin ingin memastikan kemajuan teknologi pembayaran diimbangi dengan peningkatan literasi keamanan digital. Bagi perempuan pelaku UMKM, kemampuan ini penting untuk melindungi transaksi, keberlangsungan usaha, dan keuangan keluarga,” ujar Putu.
Digital Safety Ambassador, Perluas Edukasi ke Masyarakat
Gerakan Ibu Cek Dulu tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Program ini dirancang untuk mendorong edukasi berkelanjutan melalui peran Digital Safety Ambassador. Setelah mengikuti pembekalan, peserta didorong untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan komunitas masing-masing.
Untuk mendukung upaya tersebut, setiap peserta dibekali Digital Safety Toolkit berisi materi dan panduan yang dapat digunakan dalam kegiatan edukasi. Setiap peserta ditargetkan mengedukasi orang di lingkungan sekitarnya, sehingga pengetahuan mengenai keamanan transaksi digital berpotensi menjangkau lebih banyak masyarakat.
Nawir Sikki, Ketua Yayasan T.CARE, menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas untuk memperluas manfaat program.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni atau pelatihan satu hari. Para ibu memiliki peran yang sangat dekat dengan keluarga dan komunitasnya. Karena itu, melalui Digital Safety Ambassador, kami mendorong mereka untuk menjadi penggerak edukasi yang mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh.” ujarnya.
Pengalaman Peserta dalam Menghadapi Penipuan Digital
Antusiasme peserta terlihat melalui partisipasi dalam sesi pembelajaran, diskusi, dan praktik penggunaan materi edukasi. Tandjung Indratni, salah satu peserta Gerakan Ibu Cek Dulu, mengungkapkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan pengalaman para ibu dalam menghadapi penipuan digital.
“Seluruh materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami sebagai peserta. Ternyata, tidak sedikit dari kami yang pernah hampir menjadi korban penipuan digital, bahkan ada yang sudah mengalaminya secara langsung. Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan, jadi tidak hanya panik atau bingung harus berbuat apa.” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Jalin dan T.CARE berharap Gerakan Ibu Cek Dulu dapat memperkuat peran perempuan dalam bertransaksi digital dengan aman. Ke depannya, program ini diharapkan berkembang menjadi gerakan edukasi berbasis komunitas yang berkelanjutan, dengan pesan utama: cek dulu sebelum bertransaksi.
Tentang T.CARE
T.CARE merupakan Social Ecosystem Facilitator yang mendukung perusahaan dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjalankan program CSR, TJSL, dan Creating Shared Value (CSV). Berbagai program tersebut berfokus pada dampak sosial dan lingkungan yang relevan dan berkelanjutan.





